Sabtu, 04 Februari 2017

Panglima TNI : Bersama Masyarakat, Prajurit Saya Siap Berjihad.



"Prajurit TNI juga siap untuk berjihad dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, di Medan, Sabtu.

Usai mengikuti istighosah bersama ulama dan masyarakat Sumatera Utara, di Pangkalan Udara TNI AU Soewondo, Medan, Sabtu, dia mengatakan, TNI menghargai setiap proses demokrasi, termasuk demonstrasi oleh warga Indonesia.

Namun TNI memiliki kewajiban untuk berperan jika ada upaya yang berniat untuk merusak dan menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Prajurit saya juga siap berjihad mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila, bersama masyarakat, kita bersama-sama mempertahankan Pancasila," katanya.

Ketika dipertanyakan sikap dalam menyahuti rencana rencana unjuk rasa pada 2 Desember, dia menyatakan TNI lebih banyak berdoa untuk kebesaran dan keutuhan bangsa. "Kesiapan kita berdoa, siapapun yang menghancurkan negara ini, tidak bisa kalau kita berdoa," katanya.

Menurut dia, pihak-pihak yang memiliki niat menghancurkan NKRI dinilai sebagai orang tidak beragama sehingga akan berhadapan dengan TNI, Kepolisian Indonesia, dengan seluruh masyarakat.

Dari pengalaman sejarah selama ini, Nurmantyo menegaskan tidak ada satu pun pengkhinat bangsa yang bisa hidup di Indonesia. "Tidak ada yang bisa, mau menantang, silakan," katanya.

Ia mencontohkan gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia di bawah pimpinan Kartosuwiryo, gerakan yang dipimpin Kahar Muzakkar, termasuk gerakan komunis yang selalu musnah di Indonesia. "(Semua musnah) karena kita selalu berdoa pada Allah SWT," kata Nurmantyo

Jumat, 03 Februari 2017

Ya udah pulangin aja..... Gitu aja kok repot..... Emang mulut jamban.... Pake di sidang.... Yaaaa... Gitu deh.... Udahlah.... Kaga usah berisik....


Kuasa Hukum MUI: Pak Ahok Ngomong Sembarangan - JPNN.COM

Kuasa Hukum MUI: Pak Ahok Ngomong Sembarangan.... 

04 Februari 2017 13:15 WIB
Basuki Tjahaja Purnama. 
Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ikhsan Abdullah mengatakan sikap Basuki T Purnama alias Ahok dan kuasa hukumnya terhadap Ketum MUI KH Ma'ruf Amin di persidangan perkara penistaan agama menyakiti umat Islam.
Khususnya menyakiti Nahdliyin.
"Saya tidak mengatakan tim (pengacara), karena ada juga yang santun, sopan. Tapi yang lain itu tidak ngerti apa-apa, menimbulkan keresahan. Harus belajar etika moral. Inilah yang menimbulkan keresahan, Pak Ahok ngomong sembarangan, pengacara (Humprey-red) juga demikian," kata Ikhsan dalam diskusi bertajuk Ngeri-ngeri Sadap di Cikini, Jakarta, Sabtu (4/2).
Dalam forum itu, Ikhsan yang mendampingi langsung Kiai Ma'ruf dari rumah sampai ke persidangan tidak terima dengan perlakuan terhadap Ketum MUI sekaligus Rais A'am Nahdlatul Ulama tersebut.
Di MUI, katanya, terhimpun 79 organisasi keagamaan besar. Sedangkan NU memiliki jamaah lebih kurang 80 juta orang.
"Jadi kalau ada sentuhan-sentuhan yang maaf, merendahkan martabat dan tidak sesuai kultur kami ya wajar (marah). Kami dididik dengan tradisi yang santun sopan, membangun aklhakulkarimah. Bahasa kerennya etika moral," ujar Ikhsan.
Dalam konteks persidangan penistaan agama, katanya, Kiai Ma'ruf hadir dalam rangka penghormatan pada hukum dan menjunjung tinggi peradilan.
Tapi perlakuan yang diterima ulama sepuh itu menurutnya, sangat tidak pantas.
"Ini mesti jadi catatan, pengacara, jaksa, hakim, (sikap Kiai Ma'ruf) patut menjadi teladan," ujar Ikhsan.
Dalam sikap MUI, tambahnya, tindakan yang dilakukan terhadap Kiai Ma'ruf, tidak etis dan tidak elok, bahkan cenderung brutal dan liar.
Karena itu, pihaknya telah melaporkan masalah ini kepada Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, Komisi Kejaksaan dan Kejaksaan Agung.... Laporin aja pak .... Biar rame dah.... Laaaahhh kaga ada ujungnya.... Kapan.... 

Minggu, 08 Januari 2017

STOP KEKERASAN....HAH..!!!

KUNTILANAK AJA KABUR LIAT ORANG PADA TAURAN MULU

KUNTILANAK AJA KABUR LIAT ORANG PADA TAURAN MULU... KUNTILANAK LARI TERBIRIT MELIHAT AKSI SEGEROMBOLAN MASSA YANG SEDANG ASIK LEMPAR TOLAK PELURU.. LEMPAR LEMBING... MAEN PANAH PANAHAN...
VIDEO INI TAK SENGAJA MEREKAMNYA....DISAAT MANUSIA SEDANG ASIK BERPESTA...SI KUNTILANAK PADA LARI PONTANG PANTING MENYELAMATKAN DIRINYA...HAAAAAAAHH..!!!


STOP KEKERASAN....HAH..!!!

    #STOPLAH_SAUDARAKU JANGAN ADA LAGI KESALAH PAHAMAN DIANTARA KITA
    #MARI_KITA BERSATU PADU
    #KITA_ORANG_BERSAUDARA
    #JIKA_ADA_PERBEDAAN PENDAPAT MARI BERMUSYAWARAH DENGAN KEPALA DINGIN
    #MENANG_JADI_ARANG
    #KALAH_JADI_ABU
    #JANGAN_MAU_DI_ADU_DOMBA

Stop Kekerasan.... Jangan adalagi setetes darahpun yg mengalir sia sia....

Pengurus ranting Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bernama Widodo mengalami luka karena diduga dikeroyok oleh sekelompok orang dari Front Pembela Islam di Jelambar, Jakarta Barat.
Atas kekerasan tersebut, menurut Kepala Polres Jakarta Barat Komisaris Besar Roycke Harry Langie, Widodo lapor ke polisi.
"Sekarang sedang kita tangani. Sementara ini divisum dan kemungkinan dirawat," kata Roycke, Sabtu (7/1/17), dilansir dari detikcom.Roycke mengatakan, peristiwa pengeroyokan itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, Jumat (6/1/17). Roycke menyebut, Widodo mengaku dikeroyok sekitar 10 orang.
"Sementara dari keterangan korban ini kemungkinan 7 sampai 10 (orang). Ada 2 saksi yang melihat kemungkinan pelaku sekitar 10 orang," ujar Roycke.
Menurut Roycke, dari penyelidikan sementara terdapat dua terduga pelaku pengeroyokan yaitu pria berinisial I dan F.
"Ini jadi atensi bagi kami untuk segera melakukan tindakan hukum. Segera ditangkap pelaku," katanya.



Sementara itu, Widodo mengalami luka di bagian mata dan di bagian kepala. Saat ini, dia menjalani perawatan di Rumah Sakit Royal Taruma, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Tampak di lokasi itu ada Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. Dia berharap kasus itu segera diusut tuntas.

"Saya berharap ini polisi dapat usut tuntas dan segera karena sudah sampai timbul korban begini. Saya sangat menyayangkan ya ini terjadi, sebagai kader PDIP saya akan minta kasus ini diusut tuntas," kata Prasetio saat ditemui di RS Royal Taruma.

Reaksi Novel Bamukmin 

Sekretaris Dewan Syuro DPD FPI DKI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin membantah tuduhan bahwa anggotanya mengeroyok kader pengurus ranting Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Widodo di Jelambar, Jakarta Barat.

"Tidak ada pengeroyokan yang ada satu lawan satu. Namanya M. Irfan, Qoid LPI (Laskar Pembela Islam) di Kecamatan Gropet (Grogol Petamburan). Ada saksi warga sekitar yang melihatnya," kata Novel kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (7/1/17).

Novel mengatakan, perkelahian itu terjadi usai waktu Isya, Jumat (6/1/17) dan merupakan buntut dari insiden di siang hari saat rombongan calon wakil gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat melewati tempat berkumpul anggota FPI di Jelambar.

"Kronologinya, kami kumpul di posko. Dia lewat mampir ke kami, tapi kami tidak mau. Kami bilang lewat saja Pak, tidak usah salaman apalagi mampir soalnya ada media. Takutnya nanti kami dibilang nyambut lagi.  Spontan kami bangun semua," kata Novel berdasarkan laporan dari anak buahnya bernama Hisam Ibnu yang berada di lokasi kejadian.

Widodo telah melapor ke Polres Jakarta Barat karena mengalami luka akibat diduga dikeroyok oleh sekelompok oknum FPI.

"Sekarang sedang kita tangani. Sementara ini divisum dan kemungkinan dirawat," kata Kepala Polres Jakarta Barat Komisaris Besar Roycke Harry Langie dilansir dari detikcom.

Roycke mengatakan, peristiwa pengeroyokan yang diduga dilakukan hingga 10 orang itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Menurut Roycke, dari penyelidikan sementara terdapat dua terduga pelaku pengeroyokan yaitu pria berinisial I dan F.

"Sementara dari keterangan korban ini kemungkinan 7 sampai 10 (orang). Ada 2 saksi yang melihat kemungkinan pelaku sekitar 10 orang. Ini jadi atensi bagi kami untuk segera melakukan tindakan hukum. Segera ditangkap pelaku," katanya.

Widodo mengalami luka di bagian mata dan di bagian kepala. Saat ini, dia menjalani perawatan di Rumah Sakit Royal Taruma, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat

#Stop_Kekerasan

Kamis, 08 Desember 2016

Jangan usik ke utuhan kami....

STOP....BARBAR....
Translate :

English Arabic



Sang Hero 212 Institusi Kepolisian RI sedang diuji...

Polisi akan Telusuri Penyandang Dana Makar dari Bukti Transfer yang Ditemukan

Polisi akan Telusuri Penyandang Dana Makar dari Bukti Transfer yang DitemukanKabag Penum Mabes Polri Kombes Martinus

Jakarta - Polisi menemukan adanya transfer sejumlah uang dalam kasus dugaan makar Sri Bintang Pamungkas Cs. Bukti transfer itu akan ditelusuri untuk mengungkap sumber dan kemana saja aliran dana dugaan makar tersebut.

"Nanti diurut siapa yang mengirim, mengirim kemana, misalnya saya dapat berapa, nanti saya mengirim si A berapa, ke B berapa," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2016).

Polisi sebelumnya menangkap 11 orang pada Jumat (2/12) lalu. Dari jumlah itu, 8 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka makar. Saat ini, hanya Sri Bintang Pamungkas yang masih ditahan sebagai tersangka kasus dugaan makar.

Martinus mengatakan, pemeriksaan kasus ini berjalan. Rencananya, ada beberapa orang saksi dan tersangka yang akan dipanggil minggu ini. Namun, Martinus belum mendapat informasi dari penyidik siapa tersangka makar yang akan diperiksa ulang itu.

"Kemudian akan ada juga dari 8 orang itu akan diperiksa ulang dalam Minggu ini. Agenda Ibu Rachmawati sendiri (kapan diperiksa) saya belum dengar kapan. Nanti saya konfirmasi," ujarnya.

"Tapi yang jadi dasar untuk memeriksa kembali itu kan apabila ada kebutuhan tambahan keterangan dari penyidik yang menganggap kurang atau ada keterangan yang perlu dikonfirmasi hasil dari penjelasan saksi lain," sambungnya.


AKSI PAGI BUTA TURUT SUKSESKAN AKSI DAMAI 212 DARI PENUMPNG GELAP....

Ada 4 Lokasi Titik Terbesar pada 
Aksi 212 Super Damai Bela Islam

Bumi dan  langit ikut bergetar, Ada 4 Lokasi Titik Terbesar pada Aksi 212 Super Damai Bela Islam , Di Bumi Pertiwi lautan umat berzhikir, langkit berubah menjadi payungnya... Memberikan keteduhan dan kesejukan saat jutaan umat berzhikir, bertakbir.. Allahuakbar... Allahuakbar.. Allahuakbar.... Dan bersalawat atas Nabi Muhammad SWT...

Banyak yang tidak ekspos foto ini, Umat Muslim pada Shalat Jumat terbesar didunia pada AKSI 212 itu, bukan hanya di Tamrin, di Bunderan HI dan di Silang Monas saja ternyata jamaah shalat Jum'at juga membludak ke belakang sampai di sekitaran Patung Tugu Tani, Subhanallah.... ada yg menghitung hingga lebih dari 7,5juta Jamaah shalat Jumat...


4 Lokasi Terbanyak itu :
1. Di Silang Monas(Monumen Nasional)
2. Sepanjang Jalan Mh.Thamrin (Patung Kuda)
3. Bundaran HI (Hotel Indonesia)
4. Tugu Tani

Lautan Umat saat Aksi 212 berzhikir, bersalawat Nabi, penuh dengan keDamaian ... Kalem Aksinya dan Indah Suasanannya serasa di Padang Araffah... Subhanallah... Inilah Kami Umat Islam ...membuktikan pada Dunia Kami cinta Damai... Kami Kalem dan lembut dalam menyuarakan aspirasi...dan Kami cinta keIndahan dalam kebinekaan...
  1. Silang Monas (Monumen Nasional) dan Lokasi Google Maps
1. Silang Monas (Monumen Nasional) dan Lokasi Google Maps


2. Jl. MH.Thamrin (Patung Kuda) dan Lokasi Google Maps

3. Bundaran HI (Hotel Indonesia) dan Lokasi Google Maps

4. Lokasi Tugu Tani dan foto lokasi dari Google Maps
Penulis Tbr

Rabu, 30 November 2016

Yakowiyu yamatin ikfisari zholimin.... Stop barbar....Mari Kita Peduli jangan ada lagi kecurigaan, stop propokasi, stop adu domba , jangan lagi ada caci maki, demi Persatuan Indonesia, Demi anak bangsa, Kami ingin Kedamaian, Kalem dan Keindahan.... Mari bersatu padu demi Jayalah Indonesiaku....


SOEMPAH PEMOEDA
 Pertama : 
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
 Kedua : 
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
 
Ketiga : 
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
 Djakarta, 28 Oktober 1928 
 Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928 1928.
  


Mari bersatu..... #DAMAI_INDONESIAKU


Mari Bersama Wujudkan Indonesia Bebas Pungli.... Demi kemajuan bangsa...